Selamat Datang di Panduan Penggunaan Aplikasi SItuba
Selamat datang Bapak, Ibu, dan Rekan-rekan sekalian di Buku Panduan Penggunaan Aplikasi SItuba (Sistem Informasi Tuberkulosis Kota Surakarta).
Buku panduan ini disusun secara runtut, lengkap, dan menggunakan bahasa Indonesia yang sederhana, ramah, dan mudah dipahami untuk memandu seluruh pihak yang terlibat dalam penanggulangan penyakit TBC di Kota Surakarta.
Siapa Saja Pengguna di Dalam Aplikasi SItuba?
Aplikasi SItuba menghubungkan 5 kelompok pengguna yang saling bekerja sama dari tingkat warga hingga pemerintah kota:
-
Dinas Kesehatan Kota (Pemda / Pengawasan & Pemantauan Se-Kota):
- Berperan dalam pemantauan eksekutif terpusat terhadap seluruh data pemeriksaan, sebaran wilayah, dan perkembangan kasus TBC se-Kota Surakarta secara langsung dari dashboard.
- Mengawasi kemitraan wilayah antara Puskesmas dengan seluruh kelurahan binaannya serta menerbitkan kebijakan resmi.
-
Puskesmas Pembina (Pusat Layanan Medis & Verifikator Wilayah):
- Bertindak sebagai penanggung jawab layanan kesehatan medis yang membina banyak Kelurahan di wilayah kerjanya (1 Puskesmas membawahi beberapa kelurahan).
- Memeriksa dan menyetujui (ACC / Mengaktifkan) pendaftaran akun Kader TBC baru di wilayah binaannya.
- Menerima hasil pemeriksaan warga dari kader, menghubungi pasien suspek, dan menyiapkan rujukan pemeriksaan dahak (Tes Cepat Molekuler / TCM) serta pengobatan tuntas.
-
Perangkat Kelurahan & Rekanan Mitra (Pemantauan Wilayah & Dukungan Sosial):
- Berperan dalam pemantauan wilayah lingkungan RW dan RT untuk mengetahui sebaran warga yang sakit batuk/suspek TBC.
- Memantau keaktifan kader yang bertugas di wilayah kelurahan setempat.
- Bekerja sama dengan Rekanan Mitra (PKK, organisasi sosial, dan relawan) untuk menyalurkan bantuan makanan bergizi tambahan (PMT) serta perbaikan ventilasi rumah warga yang sakit.
-
Kader TBC Lapangan (Petugas Pemeriksa di Lingkungan RW/RT):
- Mendaftar akun secara mandiri melalui website, lalu menunggu persetujuan (ACC) dari Puskesmas pembinanya.
- Melakukan kunjungan dari rumah ke rumah (door-to-door) untuk mewawancarai warga mengenai 5 gejala utama TBC dan 10 faktor risiko kesehatan.
- Mengisi formulir skrining digital di HP dan mendampingi warga yang perlu berobat ke Puskesmas.
-
Masyarakat Umum & Warga Kota:
- Membaca berita kesehatan terpercaya, tips pencegahan penularan batuk TBC, dan mengunduh materi penyuluhan secara gratis.
- Mendaftar akun mandiri jika ingin bergabung menjadi kader kesehatan sukarela.
Alur Kerja Terpadu Aplikasi SItuba
Aplikasi SItuba dirancang agar seluruh data dari lapangan langsung terhubung secara otomatis tanpa perlu pencatatan manual di kertas yang berulang kali:
Diagram Hubungan & Koordinasi Antar Peran
Diagram di bawah ini menggambarkan pembagian peran dan alur komunikasi antar pihak secara jelas dan teratur:
6 Langkah Utama Alur Pelayanan di Lapangan
Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah 6 langkah alur kerja harian yang berjalan di dalam aplikasi SItuba:
-
Langkah 1 (Pendaftaran Kader Baru):
Calon kader mendaftar secara mandiri melalui website pendaftaran dengan mengisi nama, nomor WhatsApp, dan memilih wilayah kelurahan tempatnya bertugas. Setelah mendaftar, akun kader akan berstatus Pending (Menunggu Persetujuan). -
Langkah 2 (Persetujuan / ACC oleh Puskesmas Pembina):
Petugas di Puskesmas Pembina membuka menu data kader, memeriksa kesesuaian wilayah tugas pendaftar, lalu menekan tombol [Setujui / Aktifkan] (ACC). Setelah disetujui, kader dapat langsung masuk (login) dan mulai bekerja. -
Langkah 3 (Kunjungan Rumah & Wawancara Warga):
Kader mendatangi rumah-rumah warga (door-to-door) untuk menanyakan 5 Gejala Utama TBC (batuk lama lebih dari 2 minggu, batuk berdahak/berdarah, demam berulang, keringat malam, penurunan berat badan) serta 10 Pertanyaan Faktor Risiko. -
Langkah 4 (Penentuan Otomatis Status Suspek):
Jika warga menjawab "Ya" pada minimal satu (≥ 1) dari 5 gejala utama, aplikasi secara otomatis menetapkan warga tersebut sebagai Suspek TBC. Laporan ini langsung masuk ke layar Puskesmas Pembina secara real-time. -
Langkah 5 (Tindak Lanjut Medis & Pemantauan Wilayah):
- Puskesmas Pembina: Menghubungi warga melalui nomor WhatsApp untuk menjadwalkan pemeriksaan medis dan tes dahak (TCM) di Puskesmas.
- Kelurahan & Rekanan Mitra (Pemantauan): Memantau sebaran warga yang sakit di lingkungan RW/RT setempat untuk menyalurkan bantuan makanan bergizi tambahan (PMT) dan pendampingan selama masa pengobatan.
-
Langkah 6 (Pemantauan Terpusat oleh Dinas Kesehatan Kota):
Dinas Kesehatan Kota (Pemda) melakukan pemantauan eksekutif terhadap seluruh data se-Kota Surakarta melalui dashboard terpusat: memantau jumlah warga yang sudah diperiksa, grafik sebaran kelurahan, tren suspek, serta pengawasan kebijakan kesehatan kota.
Cara Menggunakan Buku Panduan Ini
- Menu Navigasi (Sebelah Kiri): Klik pada judul menu di sebelah kiri layar HP atau komputer Bapak/Ibu untuk membuka petunjuk halaman yang diinginkan.
- Langkah Berurutan: Setiap petunjuk ditulis berurutan (Langkah 1, Langkah 2, Langkah 3).
- Tombol & Teks Tebal: Teks yang dicetak tebal seperti [Setujui] atau [Simpan] adalah nama tombol yang perlu Bapak/Ibu tekan di layar.
- Gambar Petunjuk: Setiap langkah dilengkapi dengan foto layar (screenshot) asli aplikasi SItuba agar Bapak/Ibu tidak bingung.
- Memperbesar Gambar: Jika ada gambar yang tampak kecil, Bapak/Ibu dapat mengklik/menekan gambar tersebut untuk melihat tampilan ukuran penuh yang lebih besar dan jelas.